Rabu, 18 Agustus 2010

LIVED 1st

     Di sebuah desa kecil, tempat bernaung seorang hamba Allah yang telah memadu kasihnya sehingga di anugerahkanlah anak bungsu dari empat bersaudara. Terlahir pada 13 November 1980 dari keluarga yang sedang- sedang saja, nazh kecil mulai mengenal makna kehidupan selangkah demi selangkah. Hingga beranjak kanak- kanak, nazh kecil mulai berhubungan dengan teman -teman sejawatnya. Senang bermain, bercanda, dan tak mau terkalahkan sudah menjadi watak nazh kecil. Apalagi urusan makan, ketika udah ada di warung nasi (nasi pecel mbah Jayyus) harus di nomer satukan. Aq berfikir, kenapa mereka semua mau turuti aq? apa aq karna ini anak orang yang di tuakan di kampung (red. jawa : sesepuh) sehingga mereka selalu menghormati akan sikap- sikapku yang tak sewajarnya itu. Huffff.... nazh..nazh... dasarrrr. Pantas badanmu tambun.
     Itu berlalu seiring masa kecilku. Nazh kecil yang selalu tak mau mengalah dan harus di nomer satukan ini mulai tumbuh di kalangan santri, ketika dia beranjak remaja. 3 tahun ilmu keagamaan dasar dia pelajari di sekolahan itu. Bahkan predikat 3 besar se sekolahan pernah dia raih. Di usia ini sudah banyak kejadian dan pengalaman yang nazh alami. Salah satunya tentang CINTA. (beghhh... deritanya tiada akhir. pat kay) eheheheh.
     Saat berada di masa remaja, nazh ketika bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Hasyim Asy'ari Bangsri termasuk kandidat murid berprestasi. Al Bukti.... nazh di undang menjadi dewan OSIS dan menjabat sebagai Sekretaris I di masa periode itu. Kelas II nazh kenal dengan seorang gadis satu angkatan, dia kebetulan juga pengurus OSIS saat itu, sooooo qt jd sering ktemu. Singkat hasil nazh ada rasa ma dia, tp sayang dia g da respon. (cedih dech). Cinta tak bersambut itu berakhir ketika nazh melanjutkan study nya di Semarang. Walau jauh dari dia, namun ketika itu masih saja ada bayang-2 di mata nazh. Hingga tiba nazh lulus n mau lanjutin kuliah di Jogjakarta.
     Setelah nazh mo lanjutin kuliah, nazh berencana mao maen lagi kerumah dia, eeeeeee sapa tau atinya berubah n mau terima nazh. Tapi apa yg terjadi, sesampainya nazh dirumahnya n berhadapan dgnya, nazh kaget bgt, "beeeggghhhh... tu perut udah buncit alas Halim..ehhh Hamil." Kikuk seketika nazh melihat semua itu. Akhirnya apa mau dikata, hanya angan saja yang ada di benak nazh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar